Dan Ternyata (Harus) Bedrest

Masih kelanjutan postingan sebelumnya.

Pekan kemarin adalah pekan terakhir perkuliahan kami. Mulai Senin ini UAS hingga pekan depan, setelah itu libur 3 pekan sebelum mulai perkuliahan baru.

Berawal di hari Kamis. Hari itu kami dijadwalkan kuliah 4 kelas, 4 mata kuliah berbeda. Memang 3 pekan terakhir jadwal kuliah tidak begitu bersahabat, semua mengejar minimum pertemuan menjelang UAS. Tugas kuliah juga seperti salah satu syair lagu, sambung menyambung menjadi satu, :D. Setelah pekan sebelumnya menemui dokter kandungan dan semua dinyatakan oke, maka saya tenang beraktivitas seperti biasa. Tapi rupanya, hari itu sedikit istimewa.

Jam 11, merasa tubuh tidak terlalu fit, saya akhirnya izin 2 mata kuliah dan memilih beristirahat di rumah. Jumat pagi saat ke kamar mandi, saya baru sadar ada flek berwarna coklat muda. Namun hanya setitik dan sudah mengering. Jumat siang, ada perkuliahan seperti biasa, dan saya masih ke kampus.

Malamnya, badan memang tidak enak, dan kebetulan tenggorokan juga sakit, seperti akan flu. Sedikit pusing meriang, saya baru tertidur jam setengah 12 malam.  Sabtu pagi, alhamdulillah terbangun dengan kondisi lebih fit dan segar. Saya pun beraktivitas seperti biasa, mengembalikan buku, fotocopy, lalu mengambil selimut dan bedcover ke laundry langganan. Pagi itu kami berniat ke dr kandungan juga, menanyakan perihal flek malam sebelumnya, namun sesampai di klinik rupanya bu dokter tidak praktek karena ada urusan. Berpikir tidak apa-apa, kami tak mencari alternatif dokter pengganti.

Sabtu sebelum dzuhur, alangkah kaget dan sedih. Saat hendak pipis, rupanya flek datang lagi. Kali ini warnanya merah, hampir seperti saat haid. Panik, langsung mencari-cari dokter yang praktek hari itu. Di RS IMC Jombang, kosong. RS Sari Asih adanya malam. Namun akhirnya, kami menemukan ada dr kandungan perempuan praktek jam  3 sore, di RSIA Taman Puring Kebayoran.

Jam 3 bertemu dr. Ditanya keluhannya apa, lalu di USG. Yang membuat down, saat dr bilang, “ini masih belum keliatan janinnya bu, cuma kantong aja jadi saya belum bisa bilang apa-apa. Karena td sudah flek merah, kita coba pertahankan dulu ya. Pekan depan kita lihat lagi, kalau ada perkembangan berarti bagus, kalau tidak ya harus dilepas.” Frasa kalimat terakhir itu yang rasanya membuat hati saya langsung mengkerut, sedih. Terlebih saat beliau mencari-cari apakah ada kemungkinan detak jantung janin dan belum ada sama sekali. Diagnosa pun berkembang ke arah memang sudah meluruh, atau kemungkinan blighted ovum (BO).

Dokter mengharuskan saya bedrest hingga Rabu kemarin, dan diberikan Cygest Progesterone untuk penguat. Dan besok, insya Allah jadwal bertemu dr tersebut.

Saya hanya bisa berdo’a, apapun yang Alloh berikan, insya Allah itu selalu menjadi yang terbaik.

(walaupun dalam hati kecil saya masih berharap, semua baik-baik saja, terlebih saat dr lain yang memeriksa (saya mencari 2nd opinion) mengatakan, tunggu saja 3-4 minggu lagi).

About these ads

8 comments

  1. wah, semoga lekas sembuh ya…semoga dedeknya khonsa baik2 saja

    Kmrn g-talk an sama reni aku bilang kok khonsababyshop tutup sampe tgl 18, kupikir karena mau ujian, tapi kata reni mbak lagi sakit. Ga nyangka kalo sakitnya itu gara-gara musti bedrest.

    Oiya, salam kenal ya mbak… (kenalannya belakangan). Aku Nur. Dulu pernah konser bareng mas Tomo, sekarang suka belanja ke OSnya istrinya. hehehe…

    1. amiin
      Terima kasih dear :)

      Kmrn aku sempet inget Asa pas lg sedih2nya itu. Smg yg trbaik. Dikasi kesempatan sebulan lagi. :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s